interview

wawancara adalah tahap dalam rekruitment yg paling bitching. kenapa? karena kita engga akan pernah tahu how to pleased them. tolak ukur yang dipake tiap orang dalam wawancara itu very subjective.

u may won at first, but lost at second.

makanya, satu-satunya cara untuk menang adalah dengan: bisa karena biasa. that’s why i always encourage myself to take the long journey of “interview process”, karena walaupun gw ngga interest, but i know it was the part of my learning process..

tentu aja it was damned no easy for me to accept the failure, but words works kok! quotation2 tua yang dulu kerasa bullshit bgt skrg tiba-tiba jadi bagaikan oase di padang pasir.

misalnya aja iklan salah satu surat kabar di jawa timur yang punya tag line, “failure is one step to success”, ternyata malah bisa membangkitkan semangat gw lagi. kebayang ngga sih, if you giving up, mgkn aja kesuksesan itu cuma sebatas benang tipis di tangan lo…
oya, gw ada cerita menarik jg…
dulu gw pernah baca buku judulnya, “why bad things happened to good people”. not mention i am a holy person, but i categorized myself as “not evil either”, sometimes i feel life’s so unfair. org2 yang pake shortcut malah lebih sukses daripada honest people. it bitching, huh?

tapi at least buku itu sedikit memberi gw pengertian, God had a major plan, and in the end it will bring us to good. lucunya, kejadian buruk yang gw alami beberapa tahun lalu ternyata sekarang membuat gw bisa memahami perasaan temen gw yang mengalami hal -krg lebih sama.

dari situ gw mengambil hikmah, kalo perasaan dimengerti itu priceless, dan Tuhan mengajarkan kita untuk memahami perasaan kesusahan dengan mengalaminya sendiri. sehingga, pada akhirnya kita bisa bertenggang rasa dan syukur-syukur bisa memberikan banyak hal sama orang yang “more lack of experience” than us. amien.

Advertisements

2 thoughts on “interview

  1. Falsafah Alah bisa karena biasa kayaknya ga bisa diterapin di wawancara deh. Intinya be your self, kalo emang ditolak wawancara, mungkin emang kultur kita sama kultur perusahaannya beda. So ga ada yang perlu ditangisi tep :))

  2. biasanya sih para hrd yang narcist itu akan merekrut orang2 yang mirip dirinya. karena tolak ukur bagus atau nggak bagi tiap orang, walau ada yang based on buku2nya sigmund freud.. ada juga yang berdasarkan dirinya šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s