the patient..

Okay, beneath all of the risk of being criticize, this is my condition rite now: hampir sebulan berlalu setelah one of the most happy moment in my life: graduation day (because I finnally succeded to make my parents proud of me), tepatnya tanggal 24 maret nanti. Umh, tapi february kan Cuma sampai 28, jadi belum tepat 30 hari, hohohoho >o*

~naughty girl…

 

Okay, back to beck, peduli setan sama sebulan, yang pasti sekarang gue udah mulai BOSEN. Lebih tepatnya, kondisi yang sudah lama gue antisipasi terjadi juga saat ini, yaitu nyokap dah mulai ngomel-ngomel tentang gue yang di rumah melulu. Owh, puhleasee.. can I just have a little rest after struggling for this past 3.5 years?! So, api sudah berkobar-kobar dalam dadaku, awal april gue harus GAWE!! Bodo amat deh sama rencana jalan-jalan abroad yang sudah lama dicanangkan oleh nyokap, karena gue nggak akan menukarnya dengan sebulan penuh dengan radio rusak. Huhuhu, ternyata ada hal-hal yang menjadikan pengangguran terasa menyebalkan, selain nggak punya penghasilan. Okelah kalo masih numpang sama ortu, selama lo masih pengangguran makan pasti gretong. Tapi, ada beberapa hal… yang membuat gue makin dizzy, dibalik kenyataan bahwa gue benci diem aja, not working anything nor using my brain (yang akhir-akhir ini gue gunakan untuk maen game di komputer, haoheouheu…).

 

Masalahnya sekarang adalah… sebenernya gue bisa kerja, kalo gue mau. Tapi pada saat ini, I feel like begging to myself.. to gimme just view times to get the best. Pernah denger kan pepatah, “kesabaran akan membuahkan hasil terbaik”? (umh, sebenernya pepatah itu gue rangkum sendiri sih, hehehehe…). Jadi selama ini gue terus-menerus stuck dalam kebimbangan tak berujung, dalam suatu trade-off antara: cepet kerja atau menunggu yang terbaik. Emang seh, ada orang bilang, nggak akan ada yang terbaik. But, at least, gue pengen dapetin dream company gue!!! (semua orang yang kenal gue pasti dah tau dream company gue.. omigowth… I want it so bad!). the thing is, will I or people around me just gimme sometimes to wait? Or at this moment I don’t have any eligibility to choose and let the destiny point on his finger to me?

 

Momen ini sama aja kayak waktu gue nunggu hasil SPMB. Hati gue ketar-ketir, gimana kalo gue nggak keterima di UNPAD, mana gue nggak ngelamar ke swasta laen.. sementara tiap hari nyokap ngomel melulu (dia paling nggak bisa melihat orang nganggur, pasti langsung ‘dipekerjakan’). 2 bulan terasa liburan paling membosankan dan memuakkan sedunia, untungnya doa gue terkabul. But… will this time God answered my prayer? Pastilah. Gue percaya kok. Pada saat ini gue Cuma memberi deadline pada diri gue sendiri, sampai awal april. And after that, may the destiny come through me…

i’m bored i’m boREd….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s