menjadi dewasa.. being adult..

Sewaktu aku kecil..

aku selalu berharap menjadi dewasa dan menjadi bijak, membuat semua keputusan benar dalam hidup secara “otomatis”. Aku selalu merasa melakukan hal-hal bodoh ketika aku kecil dan berharap menjadi dewasa artinya tidak akan membuat hal-hal bodoh lagi.

Tapi dalam perjalanannya, menjadi 15, 20, dan sekarang 27 tahun.. aku menyadari bahwa banyak orang dewasa yang membuat keputusan bodoh, bahkan hingga umurnya 60 tahun atau sampai ketika dia meninggal. Banyak orang dewasa yang membuat keputusan yang menghancurkan nama baiknya, hidup orang lain atau bahkan hidupnya sendiri.. Tidak terlepas dari aku sendiri, banyak keadaan dimana aku harus membuat keputusan sulit dalam hidup, dan aku tidak punya pilihan untuk “pass” atau melewatkan keputusan tersebut.

Itulah esensi menjadi dewasa. Sewaktu kita kecil, kita tidak perlu membuat keputusan penting dalam hidup karena orang tua kita-lah yang membuatnya. Tapi ketika dewasa, kita dipaksa untuk membuat keputusan.

Menjadi dewasa bukan artinya membuat keputusan benar setiap saat, karena terkadang hati dan kepala bergulat satu sama lain.. dan kita bukanlah Tuhan yang tahu masa depan.

Menjadi dewasa artinya belajar dari semua keputusan yang telah kita buat, terlepas dari itu benar atau salah.. dan tidak mengulangi keputusan yang salah kembali.

Menjadi dewasa artinya menjalani semua keputusan yang telah dibuat dengan baik, karena lari dari kenyataan bukanlah jalan keluar terbaik 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s